SASTERA MELAYU



SAJAK


GADIS DI KUBURAN

Nisan condong tegak bertaburan,

Gadis menangis kehibaan -

Tidak ada padang perjuangan -

Pahlawan gugur bergelimpangan.


Lari gadis menyembah ke tanah,

Diiringi sedu mnengguncang bahu,

Tenang pahlawan dipeluk bumi,

Senyum terakhir tenang tersembunyi.


Kenangan lama bermain di hati -

Pelukan dan kucupan kasih,

Tidak ada garisan tepi -

Kata dipadu, janji dikunci.


Sungguhkah, dinda?” tanya pemuda,

Benar, kanda,” sahutnya manja.

Ke jinjang pelamin setahun lagi,

Hilir berbiduk ke laut hidup.


Datanglah lamaran ke ayah bunda,

Penuh khidmat junjung berduli,

Tapi pemuda emas sesaga,

Tertolaklah lamaran, terurailkah janji.


Matahari bersembunyi di balik awan,

Pulanglah orang membawa usungan,

Air di kendi kekeringan,

terkejut gadis dari menungan.


Melangkah gadis menahan denyutan,

Pandangan terakhir terlempar ke nisan,

setangkai kemboja gugur perlahan,

Merangkaklah senja menutup pandangan.


(Sajak ini karya Allahyarham Tongkat Warrant (Usman

Awang), disiar dalam majalah Medtika, September, 1953).














No response to “SASTERA MELAYU”

Post a Comment